Minggu, 27 Februari 2011

Jenis-jenis ancaman (threats) yang dapat dilakukan akibat menggunakan melalui IT

Sekarang ini banyak sekali ancaman-ancaman yang dapat dilakukan melalui IT, oleh kareana itu saya akan coba menjelaskan apa saja ancaman-ancaman yang dapat dilakukan melalui IT, agar kita bisa mengetahui apa saja yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab yang melakukan kejahatan komputer. Kejahatan melalui IT tergolong cukup banyak dan sangat berhubungan dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan. Berikut ini jenis-jenis ancaman yang dapat dilakukan :

1. Unauthorized Access to Computer System and Service

Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatusistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi Internet/intranet. Kita tentu belum lupa ketika masalah Timor Timur sedang hangat-hangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website milik pemerintah RI dirusak oleh hacker (Kompas, 11/08/1999). Beberapa waktu lalu, hacker juga telah berhasil menembus masuk ke dalam data base berisi data para pengguna jasa America Online (AOL), sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang ecommerce yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi (Indonesian Observer, 26/06/2000). Situs Federal Bureau of Investigation (FBI) juga tidak luput dari serangan para hacker, yang mengakibatkan tidak berfungsinya situs ini beberapa waktu lamanya.

2. Illegal Contents

Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.

3. Data Forgery

Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan

4. Cyber Espionage

Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer)

5. Cyber Sabotage and Extortion

Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan Internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.

6. Offense against Intellectual Property

Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet. Sebagai contoh, peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di Internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.

7. Infringements of Privacy

Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.

Sumber :

http://arifsubarkah.wordpress.com/2010/02/25/jenis-ancaman-melalui-ti-cybercrime/

http://asep10106240.wordpress.com/2010/03/24/jenis-jenis-ancaman-threats-yang-dapat-dilakukan-akibat-menggunakan-melalui-it/

Kode etik professional dan prinsip etika

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan setiap seseorang dalam melaksanakan tugas sebagai seorang profesional dibidangnya dan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuan kode etik dibuat agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan ada kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Saya akan menjelaskan tentang Kode etik profesi dan prinsip etika sebagai berikut :

KODE ETIK (Code of conduct) PROFESI adalah:
1. Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan
tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat
pada umumnya
2. Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi
dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat
kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam
pekerjaan
3. Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga
reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam
masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari
anggota‐anggota tertentu
4. Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan
pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan
demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik)
profesi dalam pelayanannya
5. Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga
kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli
profesi
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak
sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang
ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan
menerima sangsi atau denda dari induk organisasi
profesinya.

PRINSIP ETIKA

- Lima prinsip pertama diterapkan secara sama rata kepada seluruh anggota, kecuali Prinsip Obyektivitas dan Independensi hanya berlakubagi yang bekerja bagi publik (jasa atestasi/jasa audit)

- Membahas prinsip etika profesi yang berisi diskusi umum tentang beberapa syarat karakteristik tertentu sebagai akuntan public.

- Terdiri dari dua bagian utama :

- Enam prinsip etika

- Diskusi keenam prinsip

- Satu prinsip terakhir, Lingkup dan Sifat Jasa, hanya diterapkan bagi anggota yang bekerja pada public.


Sumber:

http://www.rahmeiyuda.co.cc/2010/03/etika-dan-profesionalisme-dalam.html

http://arifsubarkah.wordpress.com/2010/02/25/tujuan-kode-etik-profesionalisme

CIRI KHAS PROFESI DAN PROFESIONALISME

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus dalam masing-masing bidang yang dikuasai seseorang. Sedangkan Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental seseorang dalam membentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.

CIRI KHAS PROFESI

Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2. Suatu teknik intelektual
3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8. Pengakuan sebagai profesi
9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10. Hubungan yang erat dengan profesi lain

CIRI KHAS PROFESIONALISME

Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme:
1.Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
2.Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
3.Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
4.Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

Minggu, 23 Januari 2011

Middleware Telematika

Secara umum Middleware Telematika adalah sebuah program yang digunakan atau berfungsi untuk menghubungkan 2 buah program yang berada di 2 buah layer yang berbeda. Middleware juga sering disebut sebagai protokol.

Beberapa fungsi dari Middleware adalah:
1. Membuat sebuah aplikasi yang dapat dioperasikan di berbagai sistem operasi serta komputer yang bebeda.
2. Mengisi ruang kosong yang ada diantara sistem operasi dan aplikasi.

Elemen yang ada pada Middleware adalah pengelolaan sumber daya, layanan informasi, keamanan, serta pengelolaan data.

Manfaat dari Middleware adalah agar layanan jaringan yang ada dapat berdiri sendiri secara independen, agar dapat terjadi transparansi pada jaringan yang ada, serta selalu dapat diakses kapanpun.

Middleware memiliki 3 pelayanan. Berikut adalah layanan-layanan yang disediakan oleh Middleware:
1. Layanan Aplikasi berupa akses ke jaringan seperti monitoring dan layanan database dalam bentuk SQL.
2. Layanan sistem terdistribusi yang berupa komunikasi antar program dan manajemen data.
3. Layanan Manajemen Middleware berupa pengontrolan aplikasi yang berada pada lingkungan terdistribusi guna mencapai kinerja yang maksimal.

Nama : Suryo Prabowo Widodo
NPM : 11107644
Kelas : 4KA14

Senin, 17 Januari 2011

SEJARAH TELEMATIKA

SEJARAH TELEMATIKA


Telekomunikasi adalah cara mengirimkan pesan dari tempat yang satu ke tempat lain, yang dilakukan secara dua arah (timbal balik). Telekomunikasi meliputi komunikasi jarak jauh, dalam hal ini diantaranya adalah komunikasi data dalam jaringan komputer, TV, telpon, radio, telegraf/telex dan fax. Informatika berasal dari bahasa Inggris, yaitu Informatics. Informatika adalah ilmu yang mencakup proses analisa, merancang dan mengimplementasi software dan memilih hardware yang kompatibel dengan suatu aplikasi dengan prinsip logika dan teknik algoritma yang memasukkan problem dari dunia nyata ke dalam bentuk solusi.

Tahun 1978 diperkenalkanlah sebuah istilah baru oleh Simon Nora dan Alain Minc di bukunya L'informatisation de la Societe, bahasa tersebut adalah Telematika. Kata Telematika berasal dari bahasa Perancis, yaitu telematique yang dibentuk dari penyatuan kata telekomunikasi dan informatika. Telematika adalah industri yang saling terkait dengan menggunakan komputer dalam suatu sistem telekomunikasi. Contoh dari Telematika adalah Internet.

Telematika biasanya digunakan dalam beberapa bidang, seperti:
  1. Integrasi sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). ICT sendiri adalah ilmu yang berhubungan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan memakai peralatan telekomunikasi.
  2. Secara umum, telematika juga digunakan pada teknologi GPS (Global Positioning System) sebagai bagian komunikasi yang sering berpindah-pindah (mobile communication technology).
  3. Secara spesifik, telematika digunakan dalam bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Perkembangan Telematika di Indonesia terbagi dalam tiga periode, yaitu :
  1. Periode Rintisan (1070-an sd akhir tahun 1980-an)
    Tahun 1970-an adalah awal mula dari zaman informasi. Sayangnya Indonesia tidak mengikuti perkembangan telematika dikarenakansumber daya listrik yang terbatas serta sedikitnya perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Tahun 1980-an terjadi perubahan yang sangat drastis. Hal ini dibuktikan engan Swasembada pangan yang dicapai Indonesia di tahun 1984 yang berdampak pada penggunaan teknologi informasiyang dibuktikan dengan adanya teleconference setiap 1 bulan sekali di stasiun tv pertama di Indonesia, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia). Di dalamnya terdapat dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan petani yang berada di luar jakarta.

  2. Periode Pengenalan
    Pada tahun 1990-an telematika mengalami kemajuan yang dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang menggunakannya. Dimulai dengan adanya radio amatir yang sedang populer saat itu di Indonesia. Tahun 1994 masyarakat Indonesia diperkenalkan dengan sesuatu yang baru yang bernama Internet. IPTEKnet adalah provider ISP (Internet Service Provider) yang pertama kali berdiri di Indonesia yang kemudian disusul oleh INDOnet yang bersifat lebih komersil.

  3. Periode Aplikasi
    Awal tahun 2000, pemerintah Indonesia mulai menanggapi perkembangan telematika yang dituangkan dalam sebuah Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) situnjuk sebagai badan yang mengatur dan melaksanaan semua usaha yang berhubungan dengan telematika. Dirjen Aptel bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Nama : Suryo Prabowo Widodo
NPM : 11107644
Kelas : 4KA14

Kamis, 25 November 2010

TEKNOLOGI PADA TELEMATIKA

Teknologi Pada Telematika

Pengertian antarmuka (interface) adalah layanan yang telah ada pada sistem operasi yang bertujuan untuk menjadi jembatan antara user dengan sistem operasi. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) dan Graphical User Interface(GUI).

Command Line Interface (CLI)

CLI adalah model interaksi antara user dengan sistem operasi melalui text-terminal dimana text terminal merupakan jembatan penghubung interaksi tersebut. Untuk melakukan interaksi dengan sistem operasi, user harus mengetikkan perintah menggunakan text dengan mengetikkannya pada baris-baris tertentu.

Graphical User Interface (GUI)

GUI adalah tampilan antarmuka yang digunakan oleh sistem operasi untuk berinteraksi dengan user. Tampilan antarmuka GUI dapat berupa ikon, gambar, menu, grafik, ataupun menggunakan "pointing device" seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI biasa disebut dalam istilah konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).



JARINGAN WIRELESS

Jaringan lokal nirkabel (wireless) atau WLAN adalah sebuah jaringan yang hanya mencakup area lokal tanpa menggunakan kabel (nirkabel) dimana untuk menghubungkannya media tranmisinya yang digunakan adalah gelombang radio. Area yang berada di dalam WLAN atau berada di dalam area WLAN akan mendapatkan koneksi jaringan secara nirkabel untuk melakukan pertukaran data ataupun koneksi internet. Area WLAN dapat berjarak dari antar ruangan pusat wireless ke seluruh area gedung (kantor, kampus, sekolah, dll). Pusat dari jaringan nirkabel ini menggunakan kable untuk menghubungkan pusat tersebut dengan server dari jaringan, lalu dari pusat nirkabel ini akan memberikan layanan atau akses kepada pengguna yang berada di dalam wilayah WLAN untuk melakukan koneksi ke jaringan internet.

Secara umum terdapat 2 jenis konfigurasi untuk jaringan berbasis WLAN, yaitu:
1. Berbasis Ad-hoc
Pada jaringan ini, komunikasi komputer dengan komputer yang lain dilakukan secara langsung selama sinyal dari Access Point dapat diterima dengan baik oleh komputer yang berada di dalam area WLAN ini.
2. Berbasis Infrastruktur.Pada jaringan berbasis infrastruktur Access Point yang digunakan untuk menghubungkan WLAN dengan jaringan berbasis kabel dapat lebih dari satu, jadi Access Point akan melakukan koneksi ke jaringan kabel terlebih dahulu lalu menghubungkan user ke dalam jaringan menggunakan WLAN atau secara nirkabel.

LAN nirkabel adalah jaringan tanpa kabel dimana untuk melakukan koneksi atau transaksi pertukaran data dari komputer yang satu ke komputer yang lainnya menggunakan frekuensi radio yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.

Berikut adalah tabel perbandingan standar WLAN 802.11, 802.11a, 802.11b, 802.11g
Penggunaan teknologi jaringan berbasis wireless merupakan pilihan yang tepat saat ini. Dengan portabilitas dan kompatibiltas yang di tawarkan oleh teknologi wireless tentunya merupakan pilihan yang sangat menarik. Namun di balik itu harus di pertimbangkan juga teknologi wireless apa yang tepat untuk di terapkan sehingga dapat benar-benar membantu para user. Hal ini dapat di lihat dari perbedaan dari masing-masing standar wireless yang tersedia saat ini (802.11, 802.11a, 802.11b, 802.11g). Dilihat dari sisi keamanan, tentunya 802.11b sedikit lebih baik karena dapat menerapkan metode enkripsi dengan menggunakan protokol WEP di dalam jaringan tersebut. Kalau dilihat dari sisi tidak adanya gangguan/ noise tentunya teknologi 802.11a lebih unggul karena standar ini hanya menggunakan frekuensi 5 GHz dimana frekuensi ini tidak banyak digunakan oleh perangkat-perangkat berbasis wirelees lainnya. Sehingga untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diatas , maka standar 802.11g muncul untuk menjembatani kelemahan pada standar 802.11a dan 802.11b.



TERMINAL

Terminal adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan antara komputer yang satu dengan komputer yang lainnya dengan komputer Host untuk melakukan pertukaran data.
Dari kemampuan pemrosesan yang dimiliki, terminal dapat dibagi menjadi 3 kelas yaitu :
1. Intelligent Terminal
Pada kelas ini terminal dapat diprogram oleh user dan biasanya hanya terdiri dari memory utama dan CPU. Selain itu, intelligeny terminal juga dapat diprogram oleh pengguna.
2. Smart Terminal
Pada kelas ini teminal memiliki kemampuan untuk memproses serta memiliki memory didalamnya. Terminal pada kelas ini tidak dapat diprogram oleh user karena terminal pada kelas ini hanya dapat diprogram oleh pabrik/vendor pembuat terminal tersebut.
3. Dumb Terminal (Non Intelligent Terminal)
Terminal pada kelas ketiga ini tidak memiliki kemampuan untuk memproses, namun memiliki fungsi lain yaitu sebagai alat untuk input dan output pada komputer. Karena tidak memiliki kemampuan untuk memproses, maka terminal pada kelas ini hanya menggunakan processor pada komputer untuk memproses data. Terminal pada kelas ketiga ini pun tidak dapat diprogram oleh user.


CHRISOPRAS ARISTA SELANNO (10107384)
SURYO PRABOWO WIDODO (11107644)
Kelas 4 KA 14

Kamis, 11 November 2010

Arsitektur dan Service pada Telematika

Arsitektur Komputer adalah seni dan ilmu dalam merancang suatu sistem komputer. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur komputer meliput kegiatan perencanaan, perancangan, mendesign dan membangun sistem interaksi antara user dengan komputer.

Pada arsitektur terdapat tiga elemen utama, yaitu:
  1. Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, yaitu arsitektur yang berisi tentang keterhubungan fasilitas komunikasi didalam suatu sistem yang ada, dimana didalamnya terdapat informasi yang berpindah dari seseorang ke orang yang lain sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku didalam sistem tersebut.
  2. Arsitektur data, yaitu membentuk dan menentukan pengorganisasian data untuk menciptakan sebuah informasi yang akurat dan dapat diakses oleh user ataupun aplikasi yang memerlukan data tersebut.
  3. Arsitektur sistem pemrosesan, yaitu memberikan standar teknis untuk hardware komputer, software aplikasi dan lingkungan sistem operasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi dan menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.

Salah satu bentuk dari distributed processing adalah arsitektur client-server. Client-server adalah cara untuk membagi atau mengirimkan informasi dan mendistribusikan aplikasi ke dalam pihak klien dan pihak server. Komponen client terkadang disebut sebagai front-end, sedangkan komponen server disebut sebagai back-end. Komponen client dari mempunyai tugas untuk menerima masukan yang berupa data dari pengguna aplikasi tersebut menggunakan teknologi pemrosesan yang selanjutnya dikirim ke server, biasanya berupa request sebuah layanan yang dimiliki oleh server. Server akan mendapatkan request client dimana akan langsung diproses dan mengembalikan pemrosesan yang telah selesai kepada client. Client mendapatkan informasi dari pemrosesan data yang telah diolah oleh server dan memberikan tampilan tersebut kepada pengguna melalui aplikasi yang berinteraksi dengan user.

Berikut ini adalah model-model arsitektur yang ada:

Arsitektur Mainframe

Arsitektur ini berupa komputer pusat (host) yang memiliki informasi yang sangat besar serta memori, processor dan media penyimpanannya serta memiliki ukuran yang sangat besar dan dihubungkan dengan banyak terminal yang terdiri dari keyboard dan monitor saja. Mainframe berisifat pararel yaitu informasi akan diberikan kepada user1 lalu dilanjutkan kepada user2 dan seterusnya hingga informasi tersebut kembali ke user1. Perpindahan ini tidak akan dirasakan oleh user. Semua sumber daya yang diperlukan terminal dilayani oleh komputer host. Model ini berkembang pada akhir tahun 1980-an.

Arsitektur File Sharing

Arsitektur File Sharing adalah dimana file-file disimpan dalam sedia penyimpanan server yang dapat diakses kapanpun oleh pengguna. Arsitektur ini memiliki kekurangan dalam hal pengaksesan yang banyak terhadap server yang membuat transfer data menjadi lambat. Arsitektur File Sharing digunakan pada tahun 1990-an.

Arsitektur Client/Server

Arsitektur Client/Server memiliki kelebihan dimana query data yang dikirimkan ke server dapat dilayani lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi berupa query. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting padaarsitektur ini.Client server dapat dibedakan menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier.

1. Model Two-tier

Pada arsitektur ini, interface terdapat pada desktop dan sistem manajemen database dimana server menyediakan data ataupun keperluan dari banyak client yang memerlukan layanan dari server. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database. Penyimpanan prosedur dan trigger telah didukung oleh manajemen database server.

Arsitektur two-tier menekankan Database Server dipindahkan ke mesin yang terpisah di belakang firewall yang membuat keamanan ganda sehingga para pengguna akan merasa lebih aman. Arsitektur Two-Tier membutugkan biaya yang cukup besar dan mempunyai arsitektur yang sangat kompleks. Asitektur Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :

  1. User Interface.
  2. Manajemen Proses.
  3. Database.

2. Model Three-tier

Arsitektur Three-Tier dibuat untuk menyempurnakan Model Two-Tier dimana didalamnya terdapat kelemahan-kelemahan dan diperbaiki pada Model Three-Tier ini. Model Three-Tier terdapat satu layer tambahan yang biasa disebut sebagai Middle Tier yang berada diantara user interface tier dan database tier. Middle-Tier terdiri dari bussiness logic dan rules yang menjadi perantara antara query user dengan database yang membuat program aplikasi tidak dapat mengakses query langsung ke database server namun harus melalui tahapan-tahapan dan aturan-aturan yang ada pada Middle-Tier. Model Middle-Tier ini membuat beban database server berkurang. Server-server dapat ditambah apabila jumlah pengguna bertambah tanpa perlu mengubah struktur yang ada. MTS (Microsoft Transaction Server) dan MIDAS adalah contoh software yang digunakan sebagai Middle-Tier.

Layanan telematika melputi:

1. Layanan Informasi
Layanan informasi menyatukan sistem komunikasi dengan berbagai macam alat untuk memberikan informasi kepada user.

2. Layanan Keamanan
Layanan Keamanan berisikan tentang sebuah layanan yang memantau dan memberikan sebuah peringatan apabila informasi tidak sesuai dan apabila terjadi penyalahgunaan informasi dimana dapat mengurangi resiko dari penyalahgunaan informasi.

3. Layanan Context-Aware dan Event-base
Layanan ini berisi tentang kepekaan suatu network untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berada disekitarnya berupa kumpulan parameter yang relevan dari user dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter yamg ada. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang rapat maka context-aware pada handphone user akan menyimpulkan bahwa user sedang sibuk dengan rapat dan akan menolak semua panggilan telepon yang tidak berhubungan dengan rapat tersebut.


Nama : Suryo Prabowo Widodo

NPM : 11107644

Kelas : 4 KA 14